Thursday, January 29, 2004

Angry Dog Rambling (Ceracau Anjing Ngamuk!)

Angry Dog duduk di muka tendanya. Jika sebuah kain terpal lusuh berwarna hijau-kuning-kecoklatan yang ditopang oleh kayu-kayu bekas bisa disebut tenda.

Di lapangan kecil tempat bangkai mobil Angry Dog menetapkan kampung halamannya. Lokasinya tepat ditengah-tengah kota Semrawut, tempat berkumpulnya bandar narkoba, bandar judi dan bandar pelacur.

Ia menghisap pipa gadingnya. Pipa gading yang dihiasi ukiran Indian kuno itu selalu diisinya dengan rumput kering, marijuana dan sedikit tembakau: cukup untuk menemani ceracaunya.

Hari ini, sebuah Rabu yang melelahkan, Angry Dog meracau. Waktu sudah senja sebenarnya. Senja di Semrawut bisa dikenali dengan sinar matahari Jingga yang menyepuh setiap tembok lusuh, persis seperti cahaya lampu jalanan menyirami kulit yang keriput.

"Mereka membangunkan kami di tengah-tengah malam, menyuntikkan obat bius yang baunya seperti bisa ular derik, lalu pergi tertawa-tawa.

"Para wanita keluar dari tenda, bertelanjang dada sambil menggumamkan mantera lama yang sudah menjadi terlarang. Lalu dengan segenap kebiadabannya, para lelaki kulit hijau itu menggarap mereka. Tentunya, sambil tertawa-tawa juga.

"Aku masih terlalu kecil untuk melawan. Lagipula, mereka juga menyuntikkan kami, anak-anak kecil, dengan obat bius yang baunya seperti lolipop rasa permen karet.

"Aku ingat betul Losing Lisa, kakak perempuan Mute Bear yang kehilangan satu kakinya ketika berusaha membuat perahu dari bekas lemari es. Lisa menari seperti kesetanan, kurasa ia benar-benar kerasukan setan.

"Lalu kulitnya yang halus seperti rajutan nenek Howling Nanny diterpa cahaya kebiruan yang sengaja disorotkan para biadab berkulit hijau itu. Aku ingat ketika remaja aku biasa mengenang Losing Lisa dengan segenap kemampuanku, saat menyelesaikan 'pekerjaan pribadi' di kamar mandi umum.

"Losing Lisa. Losing Lisa!" Tepat saat ini Angry Dog mulai menangis. Airmatanya berjatuhan layaknya kelereng berjatuhan dari kantung karung goni yang bocor.

"Losing Lisa. Si cantik dari padang rumput. Aku mencintaimu dengan segenap tubuh dan kemaluanku!" Angry Dog berteriak-teriak. Satu tangannya memegang pipa semakin erat. Tampak perubahan di matanya, menjelma seperti mata lelah binatang buruan yang terdesak.

"Para biadab itu menyakiti Lisa. Mereka menusuk-nusuk Lisa. Mereka mengoyak Lisa. Mereka menghantamnya dengan palu. Mereka menyeretnya. Mereka tertawa. HA HA HA HA! Mereka menyuruhnya berdiri seperti anjing kencing. Mereka mengikat lehernya. Mereka menyakiti Lisa. Biadab itu senang sekali, Lisa adalah yang paling cantik diantara perempuan suku kami. Lisa adalah peranakan setengah kulit hijau setengah suku kami, hasil perkosaan para biadab!

"Oh Lisa. Losing Lisa. Kau camar yang diburu hiu. Kau camar kau merpati. Kau kupu-kupu khayalanku. Kau kusetubuhi setiap malam, dalam mimpiku yang paling indah. Oh Lisa. Oh Lisa. Kau terlalu indah untuk mereka!"

Angry Dog mengambil gumpalan (rumput kering, marijuana dan tembakau) dari dalam kantung kecil karung goni yang biasa digunakan kanak-kanak untuk menyimpan kelereng. Kantung itu juga dihiasi motif indian kuno yang berwarna coklat-kemerahan, dilukis dari darah.

"Kulit hijau biadab. Kemudian, waktu aku cukup besar untuk memikul kapak. Kubawa kapak yang paling tajam dan kuhunjamkan pada dada setiap kulit hijau yang bisa kutemui. Aku benci mereka, aku senang melihat darah hijau mereka muncrat dari dada yang terbelah. Aku benci mereka yang mengambil Losing Lisa dari kami!"

Angry Dog berdiri di depan tendanya, pipa gadingnya terjatuh. Kemudian seketika ia bersujud di depan tendanya. Airmata mengalir deras, membentuk lumpur tergenang.

"Lisaaaa," erangannya panjang dan parau.

Beberapa saat kemudian Semrawut ditimpa malam. Bayang-bayang malam tanpa bulan-tanpa bintang menindih perkampungan Angry Dog. Apakah sebuah tenda terpal hijau-kuning-kecoklatan dan serangkaian bangkai mobil bisa dibilang perkampungan?

Malam itu Angry Dog tertidur lelap, seperti bayi, di depan tendanya. Igauannya terdengar berulang-ulang, "Lisa...Lisa...Lisa...Cintaku...Lisa..."

Tengah malam, yang selalu ditandai dengan dentaman jam besar di tengah Semrawut, menjelma. Datang cahaya kebiruan menyiram perkampungan Angry God. Ia tahu benar cahaya apa itu.

"Lisa?" teriaknya pada sekumpulan bayang-bayang yang mendekat. Mereka semua mirip laki-laki, hanya saja tidak berambut atau berpakaian. Kulit mereka hijau metalik.

"Kulit hijau? Pergi...pergi...pergiiii!" Angry Dog berteriak putus asa, kakinya terikat oleh sesuatu, nampak seperti kabel dari tembaga.

Mereka mendekat. Salah satunya membawa suntikan, aroma bisa ular derik meruap dari ujung suntikan itu.

"Lisaaaaaaa!" teriakannya melanglang hingga seluruh Semrawut. Pecah langit!

1 comment:

NKOB said...

nice blog